Senin, 30 April 2012

BAHAN PENGAWET DALAM MAKANAN HEWAN


Makanan hewan ditambahkan dengan antioxidan untuk menjaga komposisi bahan makanan tetap stabil lebih lama dan mencegah oksidasi. Antioxidan merupakan unsur yang membantu menjaga komposisi lemak dan lemak larut air ( termasuk vitamin A dan E) dari proses oksidasi.
Jika lemak teroksidasi ditandai makanan terasa tengik dan basi serta kehilangan nilai gizi. Pet food untuk anjing atau kucing sering mengandung kadar lemak yang signifikan, terutama peka terhadap oksidasi. Makanan kalengan lebih tahan dari oksidasi karena kedap udara, tetapi makanan kering ( dry foods ) harus ditambahkan antioxidan untuk menjaga dari proses oksidasi. 

Faktanya antioxidan sering digunakan sebagai bahan pengawet makanan hewan kesayangan. Antioxidan terdiri dari antioxidan alami dan antioxidan buatan yang bekerja untuk menjaga makanan dari proses oksidasi. Antioxidant buatan yang paling umum digunakan dalam industri pet food adalah ethoxyquin, hydroxytoluene butylated ( BHT ), dan hydroxyanisole butylated ( BHA ). Bahan pengawet buatan dipastikan dapat menjaga kompisisi bahan makanan stabil lebih lama daripada penggunaan antioxidan alami.

Pemilik hewan kesayangan pasti memperhatikan keamanan penggunaan bahan pengawet buatan dalam makanan hewan kesayangan seperti cases ethoxyquin ( sebenarnya telah direkomendasikan digunakan sebagai pengawet makanan hewan untuk lebih dari 30 tahun ) terhadap permasalahan medis pada anjing mereka, meliputi reaksi alergi, penyakit kulit, kelainan organ, kanker, dan gangguan perilaku. Bagaimanapun, hasil dari penelitian terhadap ethoxyquin menunjukkan bahwa penggunaan kadar ethoxyquin di atas jumlah yang sekarang diijinkan dalam makanan anjing tidak menghasilkan kelainan reproduktif apapun. Satu - satunya efek kurang baik yang diketahui adalah peningkatan secara perlahan enzim liver tertentu dalam darah dan peningkatan metabolisme sel darah dari level normal. BHT dan BHA adalah analog buatan vitamin E dan sering digunakan bersama - sama.

Antioxidan alami yang biasa digunakan meliputi tocopherols ( sumber vitamin E ), asam ascorbic ( vitamin C yang tersaji dalam komposisi seperti cranberry, blueberry, apel, dan beberapa buah lain ), asam citric juga banyak ditemukan terutama pada buah jeruk, dan rosemary merupakan sari dari tanaman Rosmarinus officinalis ( suatu semak belukar yang selalu hijau dan kaya akan antioxidan ). Pet food yang berisi bahan pengawet alami tidak bisa tahan dalam waktu lama. 

0 komentar:

Posting Komentar