Rabu, 02 Mei 2012

Penyebab Hewan Menggaruk


Hewan dapat mengekspresikan rasa gatal dengan menggaruk tubuh mereka menggunakan kaki belakang ( gerakan bermain gitar), dan juga dapat dengan menggigit – gigit daerah tertentu tubuh mereka, menggosok atau berguling – guling di lantai atau permukaan yang kasar.

Penyebab hewan selalu menggaruk :
Penyebab utama adalah parasit ( kutu, caplak, tungau) dengan bentuk serangan berupa gigitan disertai pengeluaran zat allergen yang menimbulkan rasa gatal. Pada hewan yang terinfeksi parasit beberapa gigitan sudah cukup untuk menimbulkan aktifitas menggaruk secara terus – menerus. Parasit tidak selalu dapat terlihat pada tubuh penderita seperti kutu dikarekan ukuran tubuh kutu tersebut sangat kecil hanya beberapa millimeter sehingga dapat bersembunyi diantara bulu.

Bagaimana cara mengetahui hewan anda berkutu ?
Indikator utama adalah ditemukannya kotoran kutu berupa titik hitam pada tubuh hewan. Kotoran tersebut akan berwarna kemerahan jika terkena tetesan air.
Ukuran tubuh tungau lebih kecil daripada kutu dan tidak dapat kita temukan diantara helaian bulu, hal ini karena tungau memiliki tempat hidup pada lapisan kulit dengan membentuk saluran berupa lorong – lorong kecil. Pemeriksaan hasil scraping ( kerokan) luka atau bagian yang kemerahan pada kulit dengan mikroskopik dapat menegaskan jenis tungau yang menginfeksi hewan.

Hati – hati jika menemukan kemerahan kulit diserati aktivitas menggaruk pada hewan anda !
Hewan anda mungkin terinfeksi penyakit scabies yang disebabkan tungau Sarcoptes, scabies dapat ditularkan pada manusia yang dikenal dengan penyakit kudis. 
  • Infeksi kulit yang disebabkan allergen dari dalam tubuh ( reaksi hipersensitifitas )dapat menimbulkan respon menggaruk meskipun hasil pemeriksaan terhadap parasit negative.
  • Atopic Dermatitis atau juga dikenal sebagai atopy adalah alergi yang disebabkan allergen dari luar seperti termakannya jenis tanaman tertentu, sebuk bunga, jamur atau bahkan parasit. Hewan yang mengalami atopy memiliki kecenderungan system pertahanan kulit yang kurang baik. Hal ini disebabkan kerusakan lapisan lemak kulit ( lamellae) yang terdapat diantara sel kulit. Infeksi sekunder sering memperparah kondisi hewan seumur hidup.
  • Alergi makanan / intolerance yang disebabkan allergen dalam makanan dan yang paling umum adalah protein hewani yang berasal dari ayam atau daging.
Terapi makanan bertujuan menghilangkan kontak antara hewan dengan protein dalam makanan yang menyebabkan alergi dan dapat diketahui hewan alergi terhadap protein tersebut.
Jika hewan alergi terhadap makanan tersebut maka gejala yang diderita akan berangsur berkurang selama terapi makanan dilakukan dan itu berarti makanan tersebut harus diberikan seumur hidup. 

0 komentar:

Posting Komentar