Rabu, 02 Mei 2012

WET TAIL ( EKOR BASAH ) PADA HAMSTER


Wet tail ( ekor basah ) merupakan penyakit sangat serius yang berhubungan dengan usus ( enteritis regional atau proliferatif ileitis ) menyerang hamsters muda dan sering menyebabkan kematian. Penyakit ini dinamakan wet tail sebab gejala utama adalah diarrhea dan pada hamster sering menyebabkan ekor kotor dan basah.

Wet tail  disebabkan oleh bakteri yang disebut Lawsonia intracellularis, yang dapat juga menyebabkan penyakit pada babi, kuda, anjing, musang, primata, dan hewan lain, tetapi penyakit ini tidak dapat menular ke manusia. Wet tail biasanya dialami hamster yang baru dilahirkan sekitar umur 3 - 6 minggu, tetapi hamster semua umur peka terhadap penyakit ini. Semua keturunan hamster dapat mengalami wet tail, tetapi jenis hamster ekor panjang 'teddy bear' paling peka terhadap penyakit ini.

Gejala dari wet tail meliputi :
  1. Umumnya lethargic ( lesu ), kehilangan selera makan dan biasanya berhenti grooming.
  2. Diare encer yang menyebabkan basah, dikotori, dan mengusutkan area di sekitar anus dan ekor. Diare menyebabkan dehidrasi.
  3. Mata nampak sayu dan melorot sebagi efek dehidrasi.
  4. Hamster sering duduk agak membungkuk' dan dapat menimbulkan iritasi karena abdominal yang tidak nyaman.
  5. Pada kasus serius, darah mungkin keluar bersama diare atau terlihat di sekitar anus, kadang anus juga dapat menonjol ke luar karena sering merejan.
Wet tail merupakan suatu penyakit yang sangat serius, dan hamster dengan gejala tersebut harus segera diperiksa oleh Dokter hewan, sebab kebanyakan pada kasus ini hamster mengalami kematian dalam 48 jam setelah muncul gejala awal.

Terapi wet tail meliputi :
  1. Antibiotik untuk membunuh bakteri.
  2. Terapi suportif meliputi pemberian cairan subcutaneous untuk mengoreksi dehidrasi.
  3. Pemberian antidiare untuk mengurangi sebagian dari gejala wet tail.
  4. Tempat tinggal hamster harus tetap bersih dan hangat.
Pencegahan wet tail :
  1. Hamster harus tinggal pada lingkungan yang bersih untuk mengurangi transmisi bakteri dari induk atau hamster lain pada hamster muda, menghindari peluang terjadi nya kontaminasi makan atau air minum dengan feses.
  2. Sebelum membeli hamster muda, tanyakan apakah hamster tinggal dengan hamster lain yang memiliki riwayat wet tail dalam satu kandang pemeliharaan.
  3. Hindari stres padahamster muda ketika dipindahkan pada lingkungan baru, batasi memegang hamster pada hari - hari pertama hamster beradaptasi dengan tempat tinggal barunya.
  4. Memelihara hamster dengan kondisi tempat tinggal serupa sebelumnya dan pemberian pakan yang sama untuk beberapa hari kemudian baru secara perlahan menambah atau mengganti dengan makanan baru.

0 komentar:

Posting Komentar