Rabu, 02 Mei 2012

SECTIO CESAR PADA HEWAN KECIL


Prosedur sectio cesar dilakukan dengan indikasi utama pada semua kasus dystocia yang tidak dapat ditangani dengan metode konservatif, terutama bila kondisi anatomi dan patologi menghalangi kelahiran secara normal.

Sectio cesar merupakan prosedur bedah paling aman untuk keselamatan induk dan anak. Indikasi lain dari section cesar adalah kasus inertia uteri, ruptura uterus, pregnancy toxemia dan luka perforasi uterus.

Tehnik section cesar :
  1. Laparotomy dilaksanakan melalui insisi garis tengah abdomen oleh karena itu hewan dalam posisi. Keuntungan posisi ini lebih mudah mengeluarkan uterus, perdarahan dan kerusakan jaringan relatif sedikit dan kemungkinan pembentukan parut luka lebih sedikit.° - 20°rebah dorsal dimiringkan ke kanan 10
  2. Setelah dilakukan draping dengan multiple drape dapat dibuat insisi garis tengah yang cukup panjang untuk mengeluarkan uterus. Insisi dimulai dari cartilago xiphodeus sampai tepi pubis, tepi insisi kemudian dipasangi drape.
  3. Kedua cornua dan corpus uteri ditarik keluar dan dibuat insisi longitudinal sepanjang kira - kira 5 cm yang cukup lebar untuk mengeluarkan fetus pada permukaan corpus dorsal mulai dari caudal menuju bifurcatio uteri.
  4. Fetus mulai dikeluarkan satu persatu, fetus yang terdekat dengan insisi ditarik keluar, atau mendorong keluar insisi dengan cara mendorong melalui permukaan luar uterus.
  5. Selaput amnion dibuka sebelum plasenta dipisahkan dari uterus dengan menggunakan jari atau gunting kemudian fetus dikeluarkan.
  6. Corda umbilicalis diklem ganda dengan arteri klem berjarak 2 - 3 cm dari dinding abdomen dan dipotong dengan torsio atau dengan skalpel di antara dua klem.
  7. Anak hewan yang baru lahir dengan klem masih terpasang pada umbilical cord dibersihkan dan dikeringkan dengan handuk, selanjutnya ditempatkan pada kotak hangat.
  8. Placenta ditarik pelan - pelan dari uterus dengan klem yang masih terpasang di potongan umbilical cord dan perdarahan yang terjadi hanya sedikit sekali.
  9. Fetus yang lain dikeluarkan satu persatu dengan cara yang sama dan pastikan semua fetus telah dikeluarkan.
  10. Insisi uterus ditutup dengan sebuah jahitan menerus chusing atau lambert menggunakan benang absorbable dengan jarum penampang bulat.
  11. Permukaan uterus dibersihkan dengan tampon yang dibasahi dengan larutan saline isotonic hangat, draping insisi diambil dan uterus dimasukkan ke dalam rongga abdomen.
  12. Insisi abdomen ditutup dengan jahitan sederhana terputus menggunakan benang absorbable pada musculus oblique abdominis internus,dan dilanjutkan menutup kulit dengan jahitan sederhana terputus menggunakan benang non absorbable.

0 komentar:

Posting Komentar